By : CJenz
Apa yang terlintas di kepalamu saat mendengar istilah ‘Western Sleeping Around’ ? Saya mendapatkan ide menulis mengenai hal ini dari sms seorang pria asal Singapura berdarah India, sebut saja Mr.Cool. Ia menanyakan di dalam sms-nya apakah aku merupakan salah satu penganut culture western sleeping around tersebut. Berawal dari pertanyaan itulah aku merasa excited untk menulis artikel ini.
Sex? Yes, everybody need sex. Sebuah tambahan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi selain makan, lebih tepatnya semua orang ingin merasakan orgasme. Cara mendapatkannya saja yang merupakan pilihan masing – masing individu, apakah dilakukan dengan pasangan resmi, dengan teman, friend with benefit, one night stand, cyber sex, perfect stranger, atau cukup dengan cara masturbasi.
Jika kamu telah menikah dan memiliki suami yang tidak lagi ‘turn on’ melihatmu berpose nude, atau sibuk dengan pekerjaannya, dengan persta poranya, dengan teman- temannya, atau menghadapi suami yang berselingkuh, mungkin pilihan yang tepat adalah perfect stranger atau masturbate while watching porn movie atau ber-cyber sex- ria dengan mengandalkan web cam.
Jika kamu mempunyai pacar yang jauh darimu alias long distance relationship, apalagi dengan perbedaan jam yang sangat drastis, mungkin pilihan kamu adalah mencari TTM atau friend with benefit sebagai sex partner yang tetap, melakukannaya dengan teman, atau masturbate membayangkan dirimu make love dengan pacarmu yang jauh disana.
Jika kamu seorang yang sangat sibuk dengan pekerjaan dan bersosialisasi menghadiri acara- acara kerabat dan teman, mungkin one night stand atau masturbate membayangkan fantasi – fantasi sex kamu bersama bintang – bintang hollywood merupakan dua pilihan yang reasonable.
Jika kamu seorang ‘sex maniac’, mungkin semua pilihan yang ada akan kamu lakukan dengan antusias.
Dua sisi dalam kehidupan-ku mengenai baik dan buruk, salah dan
benar, budaya timur dan barat, semua itu mengajarkanku banyak hal yang menghadapkanku pada pilihan. Pelajaran hidup menempaku untuk bisa menerima western sleeping around yang sempat kulakukan selama beberapa waktu. Kemudian seiring bejalannya waktu, bersinggungan dengan berbagai kehidupan orang lain, perlahan semua itu menjadi jelas seiring pendewasaan diri. Ada sebuah lagu berjudul ‘Is This Love (Kahin Na Laage) – OST Kismat Konnection yang liriknya bersyair “I need u, U need me, What we need is this feeling of love inside our heart”. Lagu tersebut sangat menyentuhku ketika pertanyaan itu dilontarkan padaku olehnya ‘’. Dari sanalah aku menyadari bahwa aku melakukan western sleeping around karena rasa kesepianku sampai ia menjadikan-ku sebagai belahan jiwanya. Memang western sleeping aound tidak selalu dapat dianggap benar, tdak juga selalu dianggap salah. Tergantung pada kebutuhan masing – masing individu dan sudut pandang mereka, itu merupakan suatu hak, kebebasan dan pilihan.
So what’s your choice? Pilihanku, well masturbate not always bad, rite?!
End.
Apa yang terlintas di kepalamu saat mendengar istilah ‘Western Sleeping Around’ ? Saya mendapatkan ide menulis mengenai hal ini dari sms seorang pria asal Singapura berdarah India, sebut saja Mr.Cool. Ia menanyakan di dalam sms-nya apakah aku merupakan salah satu penganut culture western sleeping around tersebut. Berawal dari pertanyaan itulah aku merasa excited untk menulis artikel ini.
Sex? Yes, everybody need sex. Sebuah tambahan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi selain makan, lebih tepatnya semua orang ingin merasakan orgasme. Cara mendapatkannya saja yang merupakan pilihan masing – masing individu, apakah dilakukan dengan pasangan resmi, dengan teman, friend with benefit, one night stand, cyber sex, perfect stranger, atau cukup dengan cara masturbasi.
Jika kamu telah menikah dan memiliki suami yang tidak lagi ‘turn on’ melihatmu berpose nude, atau sibuk dengan pekerjaannya, dengan persta poranya, dengan teman- temannya, atau menghadapi suami yang berselingkuh, mungkin pilihan yang tepat adalah perfect stranger atau masturbate while watching porn movie atau ber-cyber sex- ria dengan mengandalkan web cam.
Jika kamu mempunyai pacar yang jauh darimu alias long distance relationship, apalagi dengan perbedaan jam yang sangat drastis, mungkin pilihan kamu adalah mencari TTM atau friend with benefit sebagai sex partner yang tetap, melakukannaya dengan teman, atau masturbate membayangkan dirimu make love dengan pacarmu yang jauh disana.
Jika kamu seorang yang sangat sibuk dengan pekerjaan dan bersosialisasi menghadiri acara- acara kerabat dan teman, mungkin one night stand atau masturbate membayangkan fantasi – fantasi sex kamu bersama bintang – bintang hollywood merupakan dua pilihan yang reasonable.
Jika kamu seorang ‘sex maniac’, mungkin semua pilihan yang ada akan kamu lakukan dengan antusias.
Dua sisi dalam kehidupan-ku mengenai baik dan buruk, salah dan
benar, budaya timur dan barat, semua itu mengajarkanku banyak hal yang menghadapkanku pada pilihan. Pelajaran hidup menempaku untuk bisa menerima western sleeping around yang sempat kulakukan selama beberapa waktu. Kemudian seiring bejalannya waktu, bersinggungan dengan berbagai kehidupan orang lain, perlahan semua itu menjadi jelas seiring pendewasaan diri. Ada sebuah lagu berjudul ‘Is This Love (Kahin Na Laage) – OST Kismat Konnection yang liriknya bersyair “I need u, U need me, What we need is this feeling of love inside our heart”. Lagu tersebut sangat menyentuhku ketika pertanyaan itu dilontarkan padaku olehnya ‘’. Dari sanalah aku menyadari bahwa aku melakukan western sleeping around karena rasa kesepianku sampai ia menjadikan-ku sebagai belahan jiwanya. Memang western sleeping aound tidak selalu dapat dianggap benar, tdak juga selalu dianggap salah. Tergantung pada kebutuhan masing – masing individu dan sudut pandang mereka, itu merupakan suatu hak, kebebasan dan pilihan.So what’s your choice? Pilihanku, well masturbate not always bad, rite?!
End.
No comments:
Post a Comment