24 April 2009

Dealing With My 30’s Something BF

By : CJenz

Apa jadinya jika 20’s something menjalin cinta dengan si 30’s something? Hasilnya seperti aku, banyak perbedaan positif yang membuat hubungan kami menarik.
Saat dilanda masalah pekerjaan di kantornya, my 30’s something boyfriend mendadak berubah (menurut kacamataku), ia menghubungi seperlunya, enggan mengobrol, dan terkesan cuek. Sebagai 20’s something aku merasa panik dan berpikir ia telah menemukan WIL (wanita idaman lain), alhasil saat ia menelepon, aku bertanya, “Am I still your girlfriend?”, langsung saja ia berubah menjadi serius dan bernada tegas ia menjawab, “Please, never say such thing ever again!”. Padahal jika ditanyakan pada 20’s something mereka akan melembutkan nada suara mereka dan membalas dengan puluhan kata – kata manis untuk maksud yang sama. Well, si 30’s something juga tidak akan membanjirimu dengan sms I Love U, I Miss U, How are u today honey?, etc setiap hari atau meneleponmu 3 kali sehari layaknya minum obat, bagi mereka cukup satu sms dan telepon di malam hari lepas bekerja. Dan sebaliknya mereka akan merasa sedikit terganggu jika kita melakukan hal tersebut di atas terhadap mereka. Itulah sebabnya mereka lebih menyukai wanita yang memiliki kehidupan sendiri, punya kesibukan dan pekerjaan, namun dapat membagi waktunya dengan baik.
Begitu pula dalam hal waktu berkencan, jika si 20’s something lebih mengutamakan kuantitas dimana semakin sering bertemu akan semakin baik walau tanpa tujuan yang jelas, maka si 30’s something lebih menghargai kualitas suatu pertemuan sehingga lebih berarti bagi mereka. Karena pada prinsipnya waktu sangat berharga bagi mereka dan telah memilki porsi masing – masing yang membuat waktu kecan lebih spesial untuk mereka.
Dalam hal keuangan, si 20’s something akan menggunakan gaji yang didapat untuk pesta pora, lifestyle, modif mobil, dan sebagian kecil ditabung. Sedangkan si 30’s something akan menginvestasikannya dalam bentuk yang lain seperti membeli rumah, mobil, deposito, atau memutar uang menjadi uang dan sisanya baru dipergunakan untuk tujuan lifestyle. Intinya mereka lebih terencana dalam mengelola cash flow mereka.
Di sisi lain saat mengalami guncangan dalam hubungan, seperti masalah yang berbuntut perdebatan, si 30’s something akan menyudahi pembicaraan dengan menahan emosi untuk mendinginkan kepala masing – masing terlebih dahulu dan kembali membahasnya secara baik – baik pada saat tenang. Berbeda dengan si 20’s something yang bisa meluap- luap pada saat ada masalah dan berakhir denga pertengkaran. Ujung – ujungnya putus nyambung banyak terjadi di kalangan pasangan 20’s something ke bawah.
Urusan bercinta si 20’s something memang memiliki sex drive yang relatif lebih tinggi daripada 30’s something, mereka juga lebih mementingkan kuantitas, namun si 30’s something memiliki kelebihan memanjakan wanita dan menjadikan sesi bercinta lebih berkualitas, lebih berirama dan terkesan santai. Sex at public area merupakan bagian si 20’s something, jarang sekali dari kalangan 30’s something melakukannya.
Well, memang tidak semua orang sependapat dengan apa yang kutuliskan diatas, tergantung dari cara pandang masing – masing orang, namun setidaknya ini adalah pengalaman yang bisa saya bagikan. Buat aku memiliki pacar 30’s something merupakan suatu anugrah. Selain dapat belajar banyak tentang hidup, juga membantu proses pemdewasaan diri tidak hanya dalam hal relationship.
PS : Thx for the advice sista..
End.

No comments:

Quote of This Month!

Do Your Best or Do Nothing!!!