Siapa bilang Indonesia terkena dampal krisis ekonomi global ? Siapa bilang masyarakat Indonesia sedang melakukan pengiritan ? Siapa bilang industri lifestyle di Indonesia sedang mengalami penurunan drastis ? Buktinya tanggal 20-24 April 2009 kemarin Hall Senayan City Lt.8 menjadi saksi fenomena Crocs yang mengejutkan dengan promosinya yang bertajuk Crocs Give Back 70% + 15% (for HSBC Cardholder). Masyarakat Indonesia yang terdiri dari 50% chinese dan 50% pribumi berbaur menjadi satu dengan rela berdesak - desakan, berpanas - panasan selama berjam- jam dalam antrian sepanjang 2 lantai. Antrian mulai padat dari lantai 6 (tepatnya di depan Dental Medical Health) sampai di lantai 8 yang membuat sistem antrian 3 sap yang meliuk seperti ular. Bahkan sempat saya berbincang sedikit dengan salah satu security di sana, bapak tersebut mengatakan bahwa sejak kemarin pagi antrian telah dimulai Pk.08.00 pagi, padahal acaranya saja baru akan dimulai Pk.10.00 pagi. Luar biasa...
Saya menghabiskan 3 jam untuk mendapat giliran masuk. Hari itu adalah hari kedua event tersebut berlangsung. Namun yang membuat saya kecewa adalah ukuran yang tersedia hanya ukuran yang besar yaitu ukuran 8 keatas karena ukuran kecil sudah habis. Dan ternyata lebih banyak yang di- sale 30% daripada yang 70%. Dan di dalam sangat berantakan sekali, bahkan saya harus berkeliling untuk mencari pasangan sendal sebelah kiri yang saya inginkan. Begitu ingin membayar, lagi2 manghabiskan waktu 2 jam padahal ada belasan kasir tersedia. Sebenarnya saya tidak ingin membeli karena yang tersedia hanya sisa- sisa, akan tetapi saya juga tidak rela keluar begitu saja padahal saya telah menghabiskan waktu 3 jam untuk mengantri di depan. Alhasil antara puas dan tidak puas saya menenteng 4 pasang sepatu sendal.
So, is it a good fenomena ? Hmmm mungkin menguntungkan bagi pengusaha Crocs tapi buat konsumen masih tanda tanya. Sebenarnya di Amerika sendiri sedang mengadakan sale 30%-70% all items (rata- rata 50%) termasuk model baru, dengan harga berkisar antara $9.99 s/d $39.9 yang kalau dihitung - hitung kebanyakan jatuhnya lebih murah dari harga di Indonesia walau ada beberapa model yang lebih murah sedikit di Indonesia dibanding di Amerika. Sedangkan di Singapura juga memberlakukan promosi Buy One Get One. Walaupun demikian, di negara lain konsumen yang mengantri crocs tidak seramai di Indonesia yang antrianya lebih padat daripada antrian BLT (Bantuan Tunai Langsung) pemerintah. Wah wah wah kayaknya sekarang semua orang bisa pakai Crocs ^_^.
No comments:
Post a Comment