24 April 2009

Smoking VS Non Smoking

By : Jen

Kesalahan yang banyak sekali terjadi pada restoran- restoran dari yang terkemuka sampai yang biasa – biasa saja adalah mereka menawarkan non smoking dan smoking area di tempat yang sama tanpa dibatasi ruang atau pembatas, sehingga asap rokok tetap bercampur ke non smoking area. Bahkan di beberapa tempat yang menyediakan smoking area di dalam ruangan berlapis kaca, asap tetap bercampur ke non smoking area dikarenakan kelalaian pegelola restoran yang membiarkan pintu ruangan kaca tersebut terbuka.
Memang merupakan suatu dilema bagi pemilik restoran untuk menjadikan restoran mereka full non smoking atau full smoking, karena hal tersebut akan mempersempit pangsa pasar mereka yang membidik ke satu segment saja. Realitanya, mayoritas penduduk Indonesia adalah prokok aktif dengan tingkat kesadaran yang rendah akan bahaya rokok bagi kesehatan. Tentu saja hal ini sangat mengganggu kenyamanan tamu yang tidak merokok.
Berdasarkan pengalaman saya, hal di atas dapat disiasati dengan beberapa solusi dasar yaitu:
1. Membuat smoking area tertutup dengan ventilasi yang baik.
2. Usahakan mengkonstruksi ruanganyang luas dengan langit – langit / ceilling yang tinggi, sehingga asap tidak bercampur.
3. Pengaturan letak AC dan Exhaust yang benar serta perawatan kondisi AC dan Exhaust.
4. Rasio jumlah tempat duduk, luas ruangan, serta jumlah & jarak AC dan Exhaust harus tepat.
Nah, tidak sesulit yang dipikirkan kan untuk membuat nyaman konsumen non smoking dan konsumen smoking.

End.

No comments:

Quote of This Month!

Do Your Best or Do Nothing!!!